Sudah Tahu Daftar Investasi Saham Perusahaan Terbaik 5 Tahun Terakhir ?

Investasi saham ialah kegiatan penanaman modal, berupa pembelian nilai saham di sebuah perusahaan. Jadi dengan membeli saham perusahaan tersebut, anda didapuk menjadi pemilik perusahaan. Biasanya berlaku pada perseroan terbuka dimana setiap orang berhak menjadi investor. Bursa Efek Indonesia sudah mencatat para emiten, yang merupakan jajaran investasi saham perusahaan terbaik. Fungsi BEI sendiri seperti mal, hanya sebagai tempat bertransaksi saham.

Investasi Melalui Saham

Pilihan Perusahaan yang Dipertimbangkan Investor

1. Mandiri Sekuritas

Bursa Efek Indonesia menobatkan Mandiri Sekuritas dengan pengelolaan saham terbaik. Bahkan pernah mendapatkan penghargaan sebagai Broker Terbaik, dengan rekor transaksi saham sebesar 205 triliun rupiah. Selain itu juga pernah menyabet empat penghargaan sekaligus tahun 2008, dlaam acara Finance Asia Country Awards for Achievement. BEI juga memberi predikat sebagai anggota bursa terbaik, sebab pertumbuhan investornya melaju pesat.

2. Indopremier

Masuk dalam kategori perusahaan sekuritas terbaik sepanjang tahun 2019. Meskipun termasuk perusahaan sekuritas lokal, namun pengelolaan sahamnya masuk jajaran emiten yang difavoritkan para investor. Frekuensi transaksinya mencapai 1.038 kali senilai 14 triliun rupiah, dengan volume kira-kira 13 ribu slot saham. BEI mencatat bahwa Nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) hingga saat ini tercatat sebesar 334 miliar rupiah.

3. Panin Sekuritas

Pada saat ajang penghargaan IDX Appreciation tahun 2018, perusahaan ini mendapatkan awards sebagai Anggota Bursa Terbaik Kategori Kinerja Keuangan. Hal ini mendasari para investor berani mengambil resiko, untuk investasi saham perusahaan dalam jumlah besar.  Lalu Tempo Media Group memberikan apresiasi berupa SPEx2, karena berhasil mencontohkan pengelolaan saham ke banyak perusahaan sekuritas.

4. Mirae Asset Sekuritas Indonesia

Perusahaan sekuritas dengan kode YP ini tergolong milik asing. Pada bulan Aoril 2019 tercatat ada sekitar 1,87 juta jumlah transaksi. Semuanya melakukan jual beli saham, baik di pasar reguler maupun non reguler. Mirae memiliki nilai volume kurang lebih 24.140 slot saham, dengan nilai mencapai 14 triliun rupiah. Sedangkan nilai MKBD terakhir berdasarkan catatan BEI ialah senilai 1 triuliun rupiah. Nominal yang cukup fantastis dikalangan investor kelas menengah.

Baca Juga:

5. Bank BCA

Keberadaan bank BCA sebagai bank swasta terbesar di Indonesia, sudah diakui oleh masyarakat luas. Berstatus sebagai bank terbaik di Tanah Air, jaringan bank bisa dibilang paling luas bahkan memiliki jumlah nasabah mencapai angka jutaan orang. Sudah berdiri sejak 62 tahun yang lalu, kini Bank BCA diakuisisi oleh perusahaan Djarum. BEI mencatat bahwa BCA memiliki volume saham sebesar 11.378.100 lembar, dengan harga saham sekitar 31 ribu rupiah.

Pada April 2019 kemarin BCA membagikan total dividen tunai, hasil dari akumulasi investasi saham perusahaan di tahun 2018. Dividen yang dicairkan sejumlah 8,3 triliun rupiah, dan dibagikan kepada para investor sesuai dengan nilai saham yang ditanam. Dengan status perusahaan yang banyak dipercayai investor, jadi tidak heran apabila menjadi salah satu saham blue chip idaman banyak investor.

6. Bank BRI

Bank ini memiliki kemampuan menyuguhkan kebijakan kredit untuk UMKM. Hal ini merupakan keunggulan dari perusahaan, bahkan bisa dibilang belum ada yang menandingi. Bank yang pada tahun 2020 ini berusia 124 tahun, telah memilliki sekitar 94 juta lembar saham di dalamnya. Harga saham BRI yang beredar dipasaran tercatat sebesar 4 ribu rupiah. Dan per Juni 2019 kemarin membagikan dividen kurang lebih 16 triliun.

7. PT Astra Internasional Tbk

Perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur ini diklaim, sebagai salah satu saham blue chip terbaik di Indonesia. Sejak berdiri tahun 1957 oleh William Soerjadjaja dan dua rekannya, kini Astra telah menjelma menjadi perusahaan multinasional. Memiliki sekitar 58 anak perusahaan, termasuk didalamnya bergerak di bidang investasi saham perusahaan. Dalam pasar modal tercatat volume saham mencapai 11 juta lembar, dengan harga terakhir berada di angka 6 ribu rupiah.

Astra sudah membagikan dividen kepada investor mereka per Oktober 2019 kemarin. Jumlah dividen yang dibagikan cukup bersih, merupakan laba bersih yang didapatkan tahun 2018. Tercatat dalam BEI telah membagikan keuntungan saham sebesar 6,23 triliun rupiah. Angka yang sangat fantastis mengingat perusahaan Astra, merupakan salah satu emiten terbesar di Indonesia. Oleh sebab itu para investor jarang ada yang beralih ke perusahaan lain.  

8. Jasa Marga Persero Tbk

Dari banyaknya jumlah usaha milik BUMN, Jasa Marga terpilih sebagai pemilik saham blue chip yang dipertimbangkan oleh investor. Perusahaan sektor infrastruktur ini resmi berdiri tahun 1978, dan fokus dalam pembangunan jalan tol di seluruh Indonesia. Hingga saat ini perusahaan Jasa Marga adalah pemimpin penglolaan jalan tol lebih dari 531 kilometer, atau sekitar 76% dari jalan tol di Tanah Air.

Sebagai perusahaan garda depan, saham Jasa Marga banyak dilirik oleh para investor, sebab nilai investasi saham perusahaan sangat likuid. BEI mencatat volume saham senilai 1,5 juta lembar saham, dengan harga per saham sekita 6 ribu rupiah. Tanggal 11 Mei 2018 lalu Jasa Marga telah melakukan pembagian dividen, dengan nominal sebesar 440 miliar rupiah. Diambil berdasarkan laba bersih yang diraup Jasa Marga sepanjang tahun 2017.

9. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk

Perusahaan milik pemerintah ini tercatat memiliki saham blue chip, dengan resiko kerugian rendah. PGN awalnya adalah sebuah perusahaan gas swasta milik Belanda, dan merupakan anak perusahaan Pertamina. Perusahaan energi ini sekarang sudah memiliki jalur pipa transmisi gas bumi, sepanjang lebih dari 2.160 kilometer di seluruh Indonesia. Menjadi salah satu perusahaan elit yang menopang perekonomian negara.

Saham PGN dinilai para investor sangat likuid dan prospek investasi saham perusahaan sangat baik. Sebab bergelut di bidang gas bumi dan energi yang terbarukan, jadi prospeknya begitu potensial. Di pasar modal PGN memiliki volume saham dengan total 30 juta lembar saham. Per saham mempunyai harga sekitar 3 ribu rupiah. Pada tanggal 28 Mei 2019 lalu PGN resmi membagikan dividen tunai kepada para investor. Dan dividen menyentuh angka 1,3 triliun rupiah.

10. PT Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk

Perusahaan bergerak di bidang informasi dan komunikasi, sejauh ini mempunyai lebih dari 15 juta pelanggan telepon tetap, dan sekitar 104 juta pelanggan telepon seluler. Sebagai perusahaan milik negara sekitar 52,09% saham dikuasai oleh pemerintah. Sedangkan sisanya sekitar 47,91% adalah milik publik. Di BEI volume saham mencapai 34 juta lembar, dengan harga per saham menyentuh angka 4 ribu rupiah.

Ada banyak sekali instrumen investasi yang diketahui oleh masyarakat, rata-rata tujuannya jelas yaitu mencari keuntungan. Karena banyak orang berpikiran bahwa dengan investasi, di masa tua nanti akan lebih sejahtera terutama perihal finansial. Namun ada juga yang berpikiran daripada berinvestasi, baiknya mulai menyisihkan pendapatan untuk menabung. Dan mengelola keuangan secara bijak sedari muda, tujuannya untuk antisipasi saja bila ada keperluan mendadak.   

Bagikan ke teman:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 + five =