Apa Itu Stock Opname dalam Bisnis? Dan Bagaimana Caranya?

Kesalahan dalam menentukan perbedaan jumlah stok barang adalah masalah yang sering terjadi ketika mengelola stok karena akan selalu ada kemungkinan transaksi yang belum dicatat atau kehilangan sejumlah barang di gudang, tetapi jika Anda menerapkan metode stock taking, maka Anda bisa meminimalkan masalah.

Stock Opname

Definisi stock opname

Apa yang dimaksud dengan stock opname? Bagi Anda yang belum pernah mendengar istilah ini, definisi stock opname adalah salah satu kegiatan yang bertujuan untuk menghitung ulang stok barang di gudang sebelum barang dilepaskan dan dijual. Dari pengertian ini, Anda mungkin berasumsi bahwa stock taking ini hanya akan memakan banyak waktu karena harus dilakukan secara langsung, tetapi Anda perlu tahu dengan implementasi stock taking ini, ada beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan, seperti :

  • Anda dapat menggunakan metode ini sebagai perbandingan persediaan persediaan tahun ini dengan persediaan tahun sebelumnya sehingga Anda dapat mengetahui apakah stok barang di gudang meningkat atau menurun.
  • Mengetahui jumlah stok barang di gudang dengan pasti dan memastikan tidak ada barang yang terlewat atau tidak dicatat.
  • Mendapatkan data yang akurat sehingga Anda dapat melihat apakah ada perbedaan dalam inventaris atau tidak.

Cara untuk stock opname

Sekarang, jika Anda ingin menerapkan stock taking ini, maka ada beberapa tips yang perlu Anda perhatikan agar perusahaan Anda dapat berjalan dengan lancar. Berikut adalah tips untuk melakukan stock taking:

1. Atur waktu implementasi

Karena metode ini dapat memakan waktu lama, yaitu sekitar 2 hingga 5 jam (tergantung pada jumlah item), maka Anda harus mengatur waktu implementasi ketika perusahaan Anda tidak beroperasi. Anda bisa melakukannya di pagi atau malam hari karena saat ini biasanya perusahaan tidak beroperasi sehingga Anda akan lebih berhati-hati dalam menghitung jumlah barang di gudang.

Baca Juga:

2. Memetakan barang

Agar metode opsi saham memberikan hasil yang akurat, Anda harus mengelompokkan setiap item sesuai dengan kategori item itu sendiri. Anda dapat melakukan ini dengan menggunakan salah satu dari tiga metode berikut:

  • First in First Out atau FIFO
  • First Out atau LIFO
  • First Expired First Out atau FEFO

3. Mendistribusikan tugas

Agar proses stok stok diselesaikan dengan cepat, Anda harus berbagi tugas dengan karyawan dalam kelompok yang berbeda sehingga Anda dapat melakukan perhitungan item di lokasi yang berbeda. Untuk menghindari kesalahan, Anda bisa membuat daftar nama barang yang akan Anda berikan kepada karyawan dan Anda juga bisa bertanya kepada karyawan apakah ada barang yang tidak mereka kenali sehingga tidak akan ada kesalahan dalam pencatatan.

4. Lakukan stock taking secara teratur dan menyeluruh

Stock opname harus dilakukan secara rutin jika Anda ingin menggunakannya sebagai alat perbandingan untuk jumlah stok. Anda dapat melakukannya setahun sekali atau jika Anda ingin hasil yang lebih rinci, Anda dapat melakukannya setiap 4 bulan. Pastikan juga Anda melakukan stock taking dengan hati-hati, mulai dari memperhatikan merek, kualitas, dan kuantitas.

5. Masukkan hasil stock opname ke komputer

Setelah selesai mengambil stok, Anda dapat memasukkan hasilnya ke komputer karena sistem komputer dapat menyimpan data dengan aman. Jadi ketika Anda membukanya lagi, Anda bisa mengetahui jumlah item yang perlu diganti, apakah itu karena rusak, rusak, atau hilang.

Bagikan ke teman:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty + three =